Arsip | CERITA BIJAK RSS feed for this section

BIARKAN DIA TERTAWA SEBELUM TAU IBUNYA TELAH TIADA

18 Jun

Suatu petang ketika orang2 sedang sibuk berebut waktu untuk segera pulang kerumah masing2 setelah melakukan rutinitas… pekerjaannya, di sebuah halte busway terlihat seorang bapak dengan 3 anaknya yang masih kecil2. Mereka sedang menunggu datangnya busway yang sebentar lagi akan membawa
mereka pulang. ketiga anak itu berusia sekitar 8,5 dan 3 tahun. Anak terkecil bagaikan seorang putri,ia begitu cantik dalam dekapan sang bapak,sedangkan kedua anak lainya yang putra sedang asyik bermain2 kesana kemari.itu lah ciri anak seantero dunia.

Tibalah saatnya busway ditunggu datang,para penumpang pun seperti robot yang diperintahkan sama bergegas menuju pintu masuk busway,termasuk sang bapak dan ke3 anaknya.kemudian keluarga itu
dapat duduk di kursi busway yang disusun seperti kereta api listril(KRL).lalu kedua anak laki2nya beranjak dari kursinya dan bermain petak umpet di sela2 tubuh orang dewasa yang sebagian besar mengisi ruang busway itu.mereka sambil berteriak girang. Terlihat beberapa penumpang yang wajahnya menjadi begitu muram.mereka merasa tidak nyaman dengan kegaduhan itu.hingga akhirnya ada seorang penumpang pria yang ketus menyatakan protesnya ke sang bapak,”pak,tolong anaknya di atur ya,disinikan penumpang juga ingin tenang,sudah capek kerja,eh pulang kok masih aja ada yang
ganggu!!”.lalu sang bapak sambil menggendong putrinya pun menjawabnya dengan senyum,”maaf ya mas?ibu mereka baru saja meninggal sore ini di rumah sakit,dan saya belum mengatakan hal ini ke
mereka.nanti begitu sampai rumah saya akan mengatakannya,biarlah mereka merasakan kegembiraan yang menjadi hak mereka,karna saya merasa mereka akan banyak kehilangan kegembiraan setelah tahu bahwa ibu yang biasa mengasuh mereka dan menyayangi mereka setiap saat sudah tidak bersama
mereka lagi selamanya,,mas tidak keberatan kah,kalau mereka bermain sebentar saja di
bus ini?”.
Mendengar apa yg dibicarakan sang bapak,sebagian penumpang yang mendengarnya lalu terdiam dan
merenung,termasuk sang pria yang baru saja memprotes sang bapak dengan ketus,tiba2 mereka teringat akan kasih sayang dan kesalahan2 yang pernah mereka perbuat kepada ibunya.diam2 diantara mereka ada yang menggambil handphone di saku celananya,lalu jari jempolnya membuat baris kalimat “ibu apakabar?besok pagi saya mau pulang menjenguk ibu.maafkan segala salah saya,ibu”kemudian dia mengirimkan sms itu ke nomor ibunya,dan berharap ia masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan ibunya besok..

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis?

15 Jun

Suatu Ketika, ada Seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya.¬† “Ibu, Mengapa ibu Menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita,Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, Kamu memang tak akan pernah mngerti…”

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah mengapa ibu menangis? Sepertinya ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?”. Sang Ayah Menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. “Ya Allah, Mengapa wanita mudah sekali menangis?”

Dalam mimpinya, Tuhan Menjawab,

“Saat Kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama.

Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau seringkali pula, ia kerap berulang kali menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuat tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan , bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan”.

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.

“Kasih ibu itu sperti lingkaran,tak berawal dan tak berakhir. Kasih ibu itu selalu berputar dan senantiasa meluas, menyentuh setiap orang yang ditemuinya. Melingkupinya seperti kabut pagi, menghangatkannya sperti mentari siang, dan menyelimutinya seperti bintang malam”.

CINTA DAN WAKTU

25 Mei

Disuatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak 

ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan, sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementra itu air makin naik membasahi kaki Cinta.


Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. “kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta. “Aduh! Maaf, Cinta!” Kata Kekayaan, “perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahuku ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini”.


Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahuny, “Kegembiraan! Tolong aku!”,Teriak Cinta. namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.


Air makin tinggi membasahi cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak Lama lewatlah Kecantikan. “Kecantikana! bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta. “Wah,Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini”. Sahut Kecantikan.


Cinta Sedih Sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. saat itu lewatlah Kesedihan. “Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,” Kata Cinta. “Maaf Cinta,aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada Saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “Cinta! Mari naik ke perahuku!” Cinta menoleh kearah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik keperahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.


Di Pulau terdekat, Orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada Saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, Siapa sebenarnya orangtua itu. “Oh, orang tua tadi? Dia adalah waktu. ” Kata orang itu. “Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya, Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran. “Sebab, “kata orang itu,”hanya Waktu lah yang Tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu..