Belajar dari Sebuah Kritikan

10 Jan

Kritik dan saranBelajar dari Sebuah KritikanTerkadang sesuatu kritikan terhadap sesuatu yang telah kita kerjakan membuat kita jengkel, ataupun tidak senang, namun ada juga sebaliknya, sebuah kritikan terhadap yang kita kerjakan, membuat kita senang dan merasa ada yang memperhatikan sesuatu yang kita buat. Ada banyak bentuk penyampaian kritikan dari orang lain terhadap kita. Mulai dari yang halus, hingga kasar. Kritikan yang Membangun ataupun kritikan yang membuat kita semakin jatuh. Dan berbagai sikap juga yang kita terapkan dalam menerima suatu krtikan, menerima dengan baik, atau mengacuhkan kritikan tersebut.

Bagaimana dengan Anda, jika sesuatu yang anda lakukan dan kerjakan dikritik oleh orang lain? kalau saya sendiri sih tergantung bentuk kritikannya. Kalau memang kritikan itu tepat terhadap hasil pekerjaan, saya akan menerima kritikan itu dan berusaha belajar memperbaikinya. Saya suka terhadap kritik yang membangun, saya yakin anda juga seperti itu. Kritik yang membangun menurut saya, adalah suatu kritikan yang bisa memberikan saran baik pula. Karena terkadang ada orang yang mengkritik dan hanya kritik tanpa alasan yang jelas, tidak bisa memberikan saran. Nah, kalau hanya begitu, tentunya membuat saya bingung, apa yang harus dilakukan dan bagian mana yang harus diperbaiki, bukan?

Kritik yang disertai saran yang baik pula, atas usaha atau pekerjaan kita, tentunya membuat kita semakin semangat untuk belajar memperbaikinya. Sebagai contoh sederhana yang saya alami beberapa hari yang lalu. Iseng-iseng membuat sebuah Video Slide Show dari beberapa Foto dengan teman-teman masa sekolah SMA dulu. Awalnya hanya dibuat sederhana dan berharap teman-teman yang terlibat dalam video, suka dengan slide show yang saya buat. Maklum, soalnya saya juga baru belajar membuat video slide show gituan. Setelah jadi, alhasil saya upload ke youtube agar dapat dilihat mereka. berikut saya lampirkan videonya. ssstt, jangan diledek ya. hahaha

Bagaimana, sudah ditonton kan? saya yakin pasti anda bilang, “Itu sih biasa saja”. hahahah, kalau anda bilang begitu, saya terima kok, dan teman yang ada di video tersebut juga bilang biasa saja dan terkesan monoton. itulah kritik pertama yang saya terima, yang dilontarkan oleh sahabat saya Putri, yang kebetulan fotonya masuk dalam video tersebut. Agak syok sih dibilang gitu, karena awalnya, berharap dapat Like besar. hahahah, ternyata tidak. langsung deh ngobrol lewat fb. bahas video itu. Inti dari obrolan, saya terima kritikan dan sarannya yaitu :

Kritik :

  • Video Monoton, tidak ada effect terhadap photo
  • Kurang editan , seperti keterangan dengan tulisan.
  • Video tidak menceritakan sesuatu.
  • Kurang berkreasi.

Saran :

  • Videonya dibuat banyak lagi effectnya
  • Foto-fotonya, jangan di Satu tempat saja
  • Dibuat lebih berkesan lagi
  • Ditambahin Tulisan/kata-kata di slidenya, ataupun di fotonya
  • Tampilkan foto perorangan juga

Menghela Napas panjang membaca pesannya.hahaaha, emang cukup menantang sih membuat seperti yang disarankannya, cuma awalnya tidak yakin membuat itu semua, karena disatu sisi, masih coba-coba dan tahap belajar buat gituan. Akhirnya ada waktu luang, saya mencoba membuatnya. Di awali dengan mencari software-software pembuat slide show foto, yang bagus, keren dan penuh effect dan yang paling penting tidak ribet membuatnya.hehehe.ย  Dan setelah beberapa hari mencari, akhirnya saya mendapatkan software* tersebut.

Perlahan mulai belajar menggunakan software tersebut, sedikit demi sedikit mulai terbiasa menggunakannya. Setelah beberapa hari, Jadilah sebuah video slide show foto yang lebih baik dari sebelumnya. Silahakan dilihat lagi ya,.. membuatnya 2 hari 2 malam, dan video yang jadiย  hanya 4 menitan. cckckck gak sebanding yah,, namanya juga baru belajar.

Bagaimana dengan Video yang ini? sudah lumayan dari yang sebelumnya kan sobat blogger? heheheh. Jadi dari cerita saya diatas, hikmah yang saya ambil adalah, saya bisa belajar lebih baik lagi dalam membuat sesuatu. Mungkin jika video pertama tidak mendapatkan kritikan, saya tidak pernah berfikir untuk membuat video yang kedua seperti diatas. karena saya mengganggap yang video pertama tidak ada masalah. Nah, dari kritikan yang membangun saya bisa lebih baik lagi. Dan saya menjadi belajar, terhadap software slide show tersebut. Jadi, kritikan itu memang bagus, tapi kritikan itu memang benar dan jelas dan disertai saran-saran yang baik pula. Jadikan Kritikan sebagai Pembelajaran dan perubahan, Belajarlah dari sebuah Kritikan. ๐Ÿ™‚

Bagaimana dengan pendapat anda Tentang sebuah kritikan? silahkan share disinii jika anda punya pendapat berbeda dari saya ini. Demikianlah artikel singkat ini tentang Belajar dari Sebuah Kritikan, semoga bermanfaat buat para pembaca… ^_^.., dan jangan segan-segan meninggalkan kritikan serta saran anda di kolom komentar, saya sangat senang jika anda mau melakukannya. ๐Ÿ™‚

NB : *Software slide show yang digunakan adalah ProShow Producer Photodex.

Iklan

6 Tanggapan to “Belajar dari Sebuah Kritikan”

  1. Fadhly Zee 11 Januari 2014 pada 10.00 #

    Salut deh buat bang rudi, video nya keren nih ! ๐Ÿ™‚

    • Rudi Hartoyo 11 Januari 2014 pada 11.32 #

      Wah, bang fadly bisa aja,,,, itu video ecek” namanya..
      hahahha

  2. siagungsusilo 11 Januari 2014 pada 10.46 #

    Bener banget gan. Sakit banget. Tapi kalau gag gitu kita gak akan maju. Bener gak! Nice post gan.

    • Rudi Hartoyo 11 Januari 2014 pada 11.31 #

      Maka nya liat kritikannya gan, membangun atau malah merusak.. thanks kunjungannya gan..

  3. aizeindra yoga 12 Januari 2014 pada 12.45 #

    aku pribadi suka dikritik walopun itu kritik tak membangun pertanda dia jauh selangkah dibelakang kita, sedangkan kritik yang membangun itu sebuah motivasi untuk aku jadi lebih baik

    • Rudi Hartoyo 12 Januari 2014 pada 22.16 #

      Mantap nih, setuju deh sama bang yoga,,,
      thanks sudah beri pencerahan .. ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: